23 Januari 2014

ACA Untuk Alvaro

Mama.. Liburan sekolah kali ini aku mau ke Singapura
Mama.. Liburan sekolah nanti aku mau ke Leggo Land ya
Mama.. Libur sekolah aku mau ikut tante ke Malaysia
Mama.. Aku mau ke Mall

Itu semua permintaan Alvaro menyambut liburan sekolahnya semester lalu. Permintaan Alvaro sebenarnya bukan hal yang aneh, tapi itu sedikit menyentil karena ternyata Alvaro konsep liburannya terlalu “mengikuti perkembangan jaman” J

Mulailah aku berfikir untuk tidak terlalu memberikan liburan yang serba luar negeri atau pun serba mall ke Alvaro, bukan karena biaya liburan keluar negeri yang mahal, atau liburan ke playground di mall yang hanya Alvaro tahu.

Akhirnya konsep liburan Alvaro aku pilih “Alvaro Cinta Alam” (ACA). Tampa diduga ternyata Alvaro menyukai ide itu. Baiklah libur sekolah kali ini temanya “No mall”.

Konsep ACA yang aku perkenalkan ke Alvaro adalah mengenal alam dan binatang, dan pilihan terdekat adalah mengunjungi Pusat Primata Schmutzer di Kawasan Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan. Maka tanggal 28 Desember 2013 lalu, kami sekeluarga pun ber edu-wisata ke Ragunan.

Pusat Primata Ragunan Schmutzer merupakan yang terbesar di dunia. Total kawasan ini mencapai 13 ha. Ini lebih luas kalau dibanding Pusat Primata di kota Leipzig, Jerman. Disana luasnya hanya 4,5 ha.

Berbagai jenis primata Indonesia ada disini, antara lain gorila, simpanse, orangutan dan lain-lain. Pusat Primata Schmutzer tidak hanya mengoleksi hewan primata, tetapi juga berfungsi sebagai pusat edukasi dan konvensi lingkungan hidup.

Pusat Primata Schmutzer dibangun pada tahun 1999, dan diresmikan pada 20 Agustus 2002. Komples seluas 13 ha ini dirancang dengan konsep "Open Zoo" dimana stwa yang tinggal di dalammnya seolah-olah berada di habitat aslinya.

Nyonya Pauline Antoinette Schmutzer-versteegh adalah orang yang mempelopori didirikannya Pusat primata Schmutzer. nyonya Pauline adalah seorang pecinta hewan, pelukis dan dermawan. Ia mewariskan seluruh harta miliknya kepada The Gibbon Foundation yang diketuai oleh Willie Smith untuk dibuat sebuah fasilitas terbaru khusus untuk primata di Kebun Binatang Ragunan.

Schmutze adalah tempat Edu-wisata yang sangat murah, untuk masuk ke pusat primata terbesar didunia ini untuk tiket kita hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 6.000 (senin-jumat) & Rp 7.500 (sabtu-minggu & hari libur nasional). 

Sehabis puas keliling-keliling di Pusat Primata Schumtzer, Alvaro melanjutkan perjalanan mengelilingi Kebun Binatang Ragunan, berbagai macam hewan dapat dilihat, mulai dari gajah, burung unta dan rusa.

Selesai puas berkeliling, dalam perjalanan pulang ke rumah aku bertanya ke Alvaro. "Gimana main di Ragunannya?" Alvaro jawab "seru mama, binatangnya banyak, lucu-lucu. Kalau di Ragunan kita bisa deket sama binatangnya. Terus gorila itu besar banget ternyata, jalannya sama kaya orang".










Ternyata liburan murah meriah ke Ragunan bermanfaat juga untuk Alvaro, paling tidak dia suka dengan altenatif liburannya kali ini. (Diu oktora/Graha Raya Bintaro-Cluster Valencia, 24 Januari 2014).

13 Januari 2014

Enjoying Being Full Time Mother


Sudah satu minggu ini aku di rumah dan menjadi full time mother untuk Alvaro dan Shaqira. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi Alvaro dan Shaqira aku urus, ternyata capainya minta ampun.

Alvaro yang memang sudah agak besar dari adiknya, tapi mulai dari minum, makan, pakai baju dan mandi harus dibantu mama nya. Belum lagi kalau mau sekolah, mulai dari bangunin tidur, nyiapin bekal sampe buku pelajaran yang akan dibawa ke sekolah masih harus dibantu.

Sementara itu Shaqira, lagi senang-senangnya jalan sendiri. Karena jalannya masih ogleg-ogleg pengawasan penuh harus full ke Shaqira, karena takut jatuh atau nabrak perabotan. Ini lebih cape lagi karena ngomong belum jelas, jadi untuk minta sesuatu andalan Shaqira nangis, kalau udah nangis ya ampunnn.. Orang se RT bisa denger suaranya.

Belum lagi rumah yang berantakan karena mainan Shaqira dan Alvaro, ini juga buat badan pegel-pegel ngerapihinnya. Baru dibersihin, belum 5 menit Alvaro dan Shaqira udah numpahin mainannya, begitu terus sampe mereka tidur. Cape memang, tapi ada rasa kepuasaan di dalam hati. Apalagi kalau lihat anak-anak tidur kayanya damai banget hati. 

Selama seminggu menjadi full time mother untuk Alvaro dan Shaqira seperti menyadarkan aku bahwa ini sudah waktunya buat aku menaggalkan seragam sebagai perempuan pekerja, ini waktunya aku lebih banyak bersama anak-anak, karena diusia mereka yang sekarang ini kehadiran aku menjadi lebih penting buat Alvaro & Shaqira.

Sebagai perempuan pekerja, terkadang (selalu bahkan) perasaan galau, bersalah dan sedih meninggalkan anak-anak di rumah selalu aku rasakan. Apalagi saat anak-anak sedang sakit misalnya, dan aku harus tetap ke kantor rasanya berdosa sekali terhadap Alvaro dan Shaqira. Belum lagi tiap pulang kerja, aku sampai rumah malam dan anak-anak sudah tidur, duchh pengen nangis banget sebenernya, kasian Alvaro dan Shaqira ga bisa ketemu mama nya.

Sementara, di weekend waktunya utnuk anak-anak, dan aku memang biasanya menghabiskan waktu dengan mereka dan tidak mau diganggu dengan urusan lain. Tapi badan ini ga bisa bohong juga, seminggu kepala penuh dengan kerjaan, badan cape karena jalan macet setiap hari, akhirnya di weekend aku maunya tiduran di kamar aja, jarang main sama anak, akhirnya waktu dengan anak jadi berkurang juga. Kata orang quality time dengan anak ga ada.. Sedih.

Sebagai Perempuan pekerja dan juga seorang Ibu, mungkin aku salah satu yang beruntung, karena selalu bisa menyaksikan moment-moment penting dalam kehidupan Alvaro dan Shaqira, anak-anak ku.

Ketika Alvaro bisa mengucapkan kata pertamanya, Aku yang pertama kali mendengar.
Ketika Alvaro pertama kali bisa jalan, Aku menyaksikannya.
Ketika Alvaro gigi nya pertama kali ganti, Aku bisa mengantarkan ke dokter gigi untuk cabut.
Ketika Alvaro masuk sekolah SD hari pertama, Aku bisa mengantarkannya ke sekolah.
Ketika Alvaro harus terima rapot di sekolah, Aku bisa mengambil rapotnya ke sekolah.
Ketika Alvaro sakit agak lama, Aku bisa mendampinginya setiap hari sampai sembuh.
Ketika Alvaro harus aku antar ke ulang tahun temannya, Aku selalu bisa mengantar.

Ketika Shaqira, bisa mengucapkan kata pertamnya, Aku yang pertama kali mendengar.
Ketika Shaqira tumbuh gigi pertamanya, Aku menyaksikan.
Ketika Shaqira mengucapkan kata-kata pertamanya, Aku menyaksikan.
Ketika Shaqira merangkak pertama kali, Aku menyaksikan.
Ketika Shaqira berdiri pertama kali, Aku orang yang pertama kali melihat.
Ketika Shaqira mulai jalan sendiri dengan kaki kecilnya, Aku mendampingi.
Ketika Shaqira kesakitan dan harus di rawat di RS, Aku mendampingi hingga sembuh.

Tapi pertanyaannya adalah : APAKAH AKU AKAN SELALU MENJADI IBU PEKERJA YANG SEBERUNTUNG ITU TERUS? Pastinya tidak. Dan selama satu minggu ini, walaupun cape, lelah dan kadang emosi marah ga bisa ditahan, aku sangat menikmati menjadi full time mother untuk Alvaro dan Shaqira.

Dan ini, membuatku yakin untuk mengambil keputusan untuk berhenti bekerja. Mungkin akan sulit diawal, karena Aku sudah terbiasa bekerja setiap hari, Aku terbiasa sibuk dengan pekerjaan menumpuk. Tapi roda sudah harus berputar ke sisi berikutnya, ini waktunya buat aku untuk penuh mengurus anak-anak dan memilih pekerjaan part time yang bisa dilakukan dari rumah untuk membiasakan diri tidak bekerja lagi.

Semua memang ada fasenya, 12 tahun lamanya aku sudah menjadi perempuan pekerja, kini masanya aku menjadi ibu yang full time untuk anak-anak ku Alvaro & Shaqira, Kedepan mungkin saja disaat anak-anak sudah besar aku akan bekerja lagi. Tapi yang terpenting adalah aku menjalani fase masa kini dengan baik, "Enjoying Being Full Time Mother for Alvaro dan Shaqira". (Diu Oktora/Graha Raya Bintaro-Cluster Valencia, 14 Januari 2014)

08 Desember 2013

Celoteh Jujur Korupsi

Hari ini, 9 Desember katanya setiap tahunnya di peringati sebagai "Hari Anti Korupsi Se-dunia" .. Jadi teringat percakapan sekitar 2 minggu lalu dengan beberapa anak kelas 3 SD soal korupsi ....



Setelah lebih 2 minggu bedrest, hari ini (29/11/2013) mulai ngantor lagi. Ke kantor hari pertama terpaksa harus naik shuttle bus, karena tumpangan tercinta libur. Waktu nunggu shuttle bus yg biasa mangkal di klub keluarga, banyak sekumpulan anak-anak SD yang mau praktek renang. Dalam kumpulan itu terdengar celotehan ....

 "Wah, di tiket harga masuk kolam renang 18 ribu, tapi pak guru kok suruh kita bayar 20 ribu? Pak guru kan bilang kalo dia ga boleh ambil untung dari praktek renang, tapi yang 2 ribu kok ga dipulangin, itu pak guru korupsi ya?"

"Iya, korupsi tuh, korupsi"

"Nanti pak guru bisa masuk tv, ditangkep KPK"

Aku cuma bisa senyum-senyum aja denger obrolan anak-anak itu. Penasaran juga, aku pun tanya, "kalian kelas berapa?" Kelas 3 koor mereka.

Emang kalian tau  korupsi apa?  Salah satu anak jawab, "ngambil uang orang". 

Anak lain nyeletuk "itu yg kaya di tipi, yg ditangkep KPP". 

Anak lain menambahkan "iya kaya yang ngambil uang sapi sama kaya hakim yang terima uang". 

Aku pun asik melanjutkan obrolan dengan mereka ... "yang ambil uang sapi sama hakim yang terima uang kan itu pejabat, kalau pak guru kan bukan pejabat masa dibilang korupsi" pancing ku... 

Dengan semangat, seorang anak menjawab, "Tante, kalau ambil uang orang itu namanya korupsi" ... 

Teman-teman nya langsung serentak tanpa komando menjawab "Betul... iya... setuju..."


Wow!!!! Kagum juga denger celotehan anak-anak kelas 3 SD ini, ilmu mereka soal korupsi jempol punya. Diantara mereka Insya Allah akan ada yang jadi politikus, penegak hukum bahkan pemimpin bangsa ini kelak... Semoga ilmu korupai yang mereka pahami, kelak akan mereka terapkan bahwa korupsi itu mencuri, korupsi itu dosa, korupsi itu jahat ... 

Nusantara ini rindu orang-orang jujur ... Indonesia bercita - cita luhur bebas korupsi

(Diu Oktora/On My Way to Office, 9 September 2013)

06 Maret 2013

2 Strip



Tulisan ini sesungguhnya sudah selesai sejak tanggal 23 Mei 2012, entah karena malas atau terjebak kesibukan pekerjaan kantor sehingga tulisan inipun lalai untuk di upload di blog ini. Dan setelah hampir 10 bulan bahkan setelah tahun berganti, akhirnya tulisan ini bisa di upload juga :-)

Alhamdullilah Allah mengabulkan doa ku "Alvaro kalau punya adik umur 4 atau 5 tahun".Hampir 3 minggu belakangan ini badan ku terasa tidak enak, entah apa penyebabnya. Terkadang lemas, terkadang demam dan seringkali tulang terasa luluh lantak, bahkan batuk mendera tidak sembuh - sembuh padahal sudah 3x ke dokter. Karena pekerjaan kantor yang sedang membludak, rasa sakit dan tidak enak badan aku abaikan.. 

Namun, saat makan siang dengan teman - teman kantor kita bicara ngalor ngidul salah satu topiknya adalah soal kehamilan. Aku tiba - tiba komentar "dulu waktu hamil alvaro aku batuk sepanjang hamil tidak sembuh - sembuh. Baru sembuh setelah keluar dari ruang bersalin". Kemudian salah satu teman nyeletuk "Mbak Diu jangan - jangan loe sekarang lagi hamil tuh, loe kan batuk ga sembuh - sembuh sampe sekarang".

Celetukan teman ku tiba - tiba menyadarkan aku iya ya mungkin jg aku hamil. Dan aku teringat kayanya aku sudah 3 minggu lewat tapi belum haid juga. Namun, lagi - lagi karena hetic kerjaan kantor pikiran soal hamil tersingkir. 

Dua malam lalu, saat pulang kantor, di bis aku merasa benar - benar lelah, bahkan saat turun dari bis aku muntah. Akhirnya dalan perjalanan menuju rumah aku mampir ke apotik untuk membeli alat penguji kehamilan. Tapi karena badan terasa lelah aku langsung tidur dan lupa untuk tes kehamilan. Besok paginya baru aku tes, dan hasilbya 2 strip, kalau menurut alat penguji itu artinya hamil. Seminggu kemudian, aku baru ke dokter kandungan untuk memastikan kehamilan, berdasarkan hasil pemeriksaan USG dokter aku positif hamil... Alhamdullilah Allah mengabulkan doa ku untuk memiliki anak kedua setelah usia Alvaro 5 tahun. 

(Diu Oktora/ On My Way to Office, 23 Mei 2012)

03 Maret 2013

Selamat Ulang Tahun Ayah


Selamat ulang tahun ayah..

Ulang tahun ayah kali ini berbeda dari tahun - tahun sebelumnya. Jika tahun - tahun lalu sosok ayah selalu hadir disetiap ulang tahunnya, tapi kali ini sosok itu tidak hadir dan tidak akan pernah hadir dalam setiap ulang tahunnya kapan pun.. Kini, disetiap ulang tahunnya, hanya kenangan ayah yang bisa diingat, hanya iringan doa yang bisa dikirimkan untuknya.Kenangan ayah tidak akan pernah hilang dalam benak dan pikiran anak-anaknya. Ayah selalu memberikan pengajaran yang tidak bisa dilupakan. Apalagi empat orang anaknya adalah perempuan, ayah tidak pernah menginginkan anak-anak perempuannya menjadi lemah, bahkan ayah ingin anak-anak perempuannya lebih kuat, lebih tegar dari seorang laki-laki.Banyak pelajaran hidup yang ayah berikan untuk anak-anak perempuannya. Ayah selalu bilang "kalian berempat bersaudara, harus selalu rukun, tidak boleh bertengkar dan harus saling membantu".


"Jangan pernah nangis, sekalipun ayah meninggal nanti, ayah ga mau anak-anak ayah nangis" itu pelajaran lain yang diberikan ayah ke anak-anak perempuannya. Dari anak-anaknya kecil, ayah seringkali mengucapkan itu. Mungkin karena kami, anak-anaknya perempuan semua, ayah ga mau kami berempat, anak perempuannya menjadi orang cengeng atau lemah.


Pelajaran teramat berharga yang diberikan ayah kepada istri, keempat anak perempuannya, menantu dan cucunya adalah menghadapi kehilangan orang yang kita sayangi, kita cintai. Dengan kembalinya ayah kepangkuan Ilahi, ayah mengajarkan bahwa suatu saat kita akan kehilangan, akan ditinggalkan orang terdekat kita, orang yang kita sayangi dan cintai. Kepergian itu tanpa ijin, kepergian itu datang tiba-tiba dan tanpa sebuah rencana. Ayah mengajarkan bahwa kita harus siap dan harus kuat. Kepergian itu bukan akhir sebuah kehidupan, tapi awal dari sebuah perjalanan.


Ya Allah.. Masih tidak percaya rasanya ayah sudah tdk duduk lagi di kursi kesayangannya atau ga bisa dengar ketawa ayah lagi setiap liat ulah Alvaro nyanyi2 dengan tongkatnya..Ya Allah, ampunilah segala dosa2 ayah, terimalah semua amal kebaikan dan ibadah ayah selama hidup, sempurnakanlah keimanan ayah dan tempatkanlah ayah disisimu yang paling layak. Kami tahu Engkau lah yang terbaik dalam merawat ayah.. Aminn


Selamat ulang tahun ayah... (Diu Oktora / Graha Raya Bintaro, 4 Maret 2013 Subuh)


In memoriam our beloved ayah, suami, mertua dan eyang..


Pudjianto bin Parto RajidJatiroto, 4/3/1952 - Bekasi, 28/8/2012

28 Januari 2013

Shaqira Layla Maroe



"Tulisan ini sebenarnya mau aku upload tidak lama setelah Shaqira lahir. Tapi lagi - lagi ketunda dengan berbagai alasan, hilang mood - sibuk jaga Shaqira - malas... Hmmm, tapi paling ga selesai juga tulisan ini"

25 November 2012, sekitar pukul 22.00 wib di salah satu kamar bersalin RS Omni Alam Sutera, Tangerang - Banten dua orang perawat sibuk memberikan pertolongan yang diiringin suara jerit pasien menahan kesakitan.. Pasien itu adalah aku yang tengah menjalanin proses kelahiran anak kedua ku. Kesibukan di ruang bersalin itu terus berlangsung, sesekali para perawat tersebut menenangkan dirimku untuk membantu menghilangkan rasa sakit yang mendera sambil memantau perkembangan kondisi ku atau melakukan koordinasi dengan dokter melalui telepon.

Tepat jam 23.45 wib suara jeritan tersebut terhenti dan menggelegar suara tangis bayi perempuan.. Alhamdullilah telah lahir anak perempuan ku... Shaqira Layla Maroe.
Kelahiran Syaqira memang lebih cepat dari perkiraan dokter alias prematur istilah kedokterannya. Syaqira lahir di usia kehamilan 32-33 minggu, sementara bayi normal lahir di usia 37-39 minggu.

Proses kelahiran Shaqira begitu cepat dan terus terang saja diluar perkiraan ku, karena malam iti tidak tetpikirkan oleh ku akan melahirkan. Memang, seminggu sebelum Shaqira lahir aku terpaksa bedrest 4 hari di rumah sakit karena air ketubanku rembes kata dokter. Selama brdrest di rumah sakit aku tidak boleh bergerak sama sekali dan tidak boleh turun dari tempat tidur.. Yang ada untuk buang air kecil harus dipasang kateter yang sakitnya minta ampun, untuk buang air besar harus pakai pispot bahkan mandi pun ditempat tidur dibantu oleh para perawat. Belum lagi suntikan penguat paru-paru untuk bayinya yang juga terasa sakit disekitar kemaluan.

Akhirnya, setelah 4 hari di rumah sakit, dr. Mufti Yunus DSOG, dokter kandungan yang merawat ku mengijinkan pulang karena air ketuban sudah tidak rembes lagi. Aku pun melanjutkan bedrest di rumah, tapi baru 3 hari istirahat di rumah, tepatnya hari minggu 25 November 2012

Karena lahir prematur Shaqira harus merasakan inkubator selama satu minggu dan aku tinggal lebih dulu pulang ke rumah.


Hari ini usia Shaqira tepat 2 bulan... Selamat ulang bulan putri ku, semoga engkau menjadi anak yang soleha, sehat selalu, menjadi kebanggaan keluarga dan menjadi penyejuk mata sesuai nama mu... Aminnn (Diu Oktora/ 28 Januari 2013)

17 Januari 2013

Hipotermi Pada Bayi *Banjir Jakarta*

"Setelah sekian lama ga nulis, akhirnya nulis lagi, berdasarkan catatan blog ini, aku terakhir nulis Desember 2009 .. Lamanya, semoga tahun ini akan mulai rajin lagi menulis"



"Jakarta Terkepung Banjir" demikian tag line salah satu televisi nasional. Yaa.. Dari kemarin dan hari ini Jakarta sekitarnya, seperti Bekasi, Tangerang dan Depok berubah menjadi lautan air. Hujan yang mengguyur ibukota negara Republik Indonesia ini lumpuh karena banjir, sejumlah ruas jalan protokol seperti kawasan jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin tak luput dari banjir, air setinggi hampir 1 meter katanya menggenangi jalan yang biasanya macet dengan kendaraan bermotor ini.

Hujan ... Macet ... Banjir memang bukan hal aneh di Jakarta, udah langganan, begitu bahasa gaulnya. Televisi nasional pun ramai memberitakannya mulai dari ketinggian air di pintu air, proses evakuasi, bantuan dan lain - lain. Kalau untuk yang itu ga usah kita bahas atau cerita lagi, nonton di televisi lebih asik.

Buat aku, ada sedikit yang menarik mengenai hujan, banjir dan cuaca dingin. Ini kebetulan pengalaman pribadi yang baru terjadi sekitar seminggu lalu, minggu lalu curah hujan juga cukup tinggi dan sempat yang satu harian hujan ga berhenti - henti.

28 November tahun lalu, aku baru melahirkan anak kedua ku, seorang putri, Shaqira Layla Maroe. Setelah usia Shaqira sebulan, aku mulai mengajaknya untuk tidur diluar kamar, aku sering mengajaknya tiduran di ruang televisi sambil nonton. Nah, suatu hari hujan turun seharian ga berhenti - berhenti, aku tetap seperti biasa ngajak Shaqira tiduran di ruang televisi dengan atribut lengkapnya. Shaqira kebetulan lahir prematur dengan berat 1,9 kg. Dokter menyarankan agar setiap hari Shaqira di bedong, pakai topi, pakai sarung tangan dan kaos kaki biar tubuhnya hangat.

Seharian itu Shaqira tidue nyenyak... Aku seneng dong, karena Shaqira memang harus banyak tidur. Tapi minumnya rada kurang, kalau minum sedikit dan seperti malas - malasan. Malam harinya tiba - tiba wajah Shaqira membiru dan tidurnya agak - agak rewel. Karena hujan masih belum berhenti aku dan papa nya berpikir pasti Shaqira kedinginan. Papa Shaqira langsung mematikan ac di kamar dan memasang lampu pijar diatas Shaqira. Waktu pulang dari rumah sakit, dokter menyarankan untuk memasang lampu pijar 75 watt diatas Shaqira dengan ketinggian sekitar setengah meter, itu bisa membuat shaqira hangat. Suhu lampu tersebut sama dengan suhu di inkubator.

Nah, sampai besok sorenya Shaqira masih rewel, papa nya pun telp dokter. Kami di minta untuk segera membawa Shaqia ke rumah sakit karena doktet khawatir suhu tubuh Shaqira dingin atau tiba - tiba tinggi. Kami pun membawa Shaqira ke rumah sakit, Alhamdullilah dokternya bilang Shaqira tidak apa - apa karena kami telah melakukan pertolongan pertama dengan benar yaitu membuat suhu tubuh Shaqira tetap hangat. Ternyata seharian tidur di ruang televisi saat hujan seharian itu menyebabkan Shaqira mengalami HIPOTERMI.

Nah, disaat banjir dan hujan seperti sekarang ini tentu membuat cuaca menjadi lebih dingin. Tiba - tiba aku teringat bayi - bayi yang rumahnya kebanjiran, mereka pasti sangat rentan terkena hipotermi. Dan ternyata hipotermi pada bayi itu sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian, sebab bayi mengalani gangguan pernafasan karena bayi sering lupa bernafas... Begitu kata dokter Shaqira.

Berikut, aku coba kasih gambaran mengenai Hipotermi berdasarkan penjelasan Dr. Andy Sugoro, SPA - Pediatrician & Neonatalogist RS Omni - Alam Sutera saat memeriksa Shaqira. Dan sedikit aku tambahkan dari beberapa artikel yang aku baca... Semoga bermanfaat

Hipotermi adalah kondisi dimana bayi mengalami suhu tubuh dibawah normal, yaitu kurang dari 36,5 C. Umumnya hipotermi seringkali dialami oleh bayi yang baru lahir, bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kg atau bayi  prematur.

Gelaja yang biasa dialami oleh bayi yang mengalami hipotermi antara lain adalah kaki dan tangan lebih dingin dari bagian tubuh yang lain. Gerakan bayi berkurang dan biasanya bayi tidak mau atau malas menyusui karena kemampuan menghisap lemah. Wajah, ujung jari tangan dan kaki membiru. Bayi sering lupa bernafas sehingga oksigen ditubuh berkurang yang mengakibatkan oksien ditubuh berkurang.. Nah, ini bisa menyebabkan kematian pada bayi.

Bayi hipotermi dapat ditangani dengan berbagai cara antara lain dengan metode kangguru, yaitu bayi tanpa baju diletakkan di dada sang ibu yang telanjang kemudian keduanya ditutup selimut. Sentuhan kulit langsung antara ibu dan bayi diyakini bisa menaikkan suhu tubuh bayi dengan cepat. Cara lain yang dapat dilakukan adalah bedong bayi, pakaikan topi - sarung tangan serta kaos kaki, kemudian pasang lampu pijar 75 watt berwarna kuning yang diletakkan pada jarak  setengah meter diatas bayi. Jika sudah melakukan itu semua dan suhu bayi masih dingin dan disertai rewel, harus segera dibawa ke rumah sakit. (Diu Oktora / Graha Raya Bintaro, 18 Januari 2013)