04 Desember 2014

2 Tahun

Alhamdullilah... Hari ini 25 November, usia Shaqira tepat 2 tahun. Waktu terasa berjalan sangat cepat, belum hilang rasanya sakit ketika hendak melahirkam shaqira, masih terasa detik-detik perjuangan di ranjang persalinan RS Omni Alam Sutera.

Kehadiran Shaqira memang penuh dengan perjuangan, sejak dalam kandungan hingga lahir adalah perjuanganyang tak terhenti. Shaqira Layla Maru terlahir prematur di usia kandungan 8 bulan. Alhamdullilah, walaupun lahir prematur, Shaqira bayi yang sangat sehat. 

Kekhawatiran memang muncul karena Shaqira prematur, khawatir muncul karena melihat pengalaman dari beberapa teman yang anaknya juga lahir prematur, namun ada beberapa kekurangan. Terima kasih ya Allah karena engkau telah memberikan kesehatan kepada Shaqira, semoga Shaqira selalu sehat.. Amiin..

Diusianya yang sudah 2 tahun, Shaqira alhamdullilah tumbuh sebagai anak yang sehat, ceria, pintar dan aktif.

Kehadiran Shaqira memberikan pelajaran penting dalam hidup ku, kehadiran Shaqira menggerus egois yang ada didiriku.. Kehadiran Shaqira, membuat aku membuang keegoisan untuk terus bekerja, Kehadiran Shaqira membuat aku berani untuk mengambil keputusan menjadi full time mother untuk Shaqira dan Alvaro.

Ya Allah, lindungilah anak hamba Shaqira Layla Maru, jadikanlah Shaqira anak yang soleha, pintar dan selalu sehat. Jadikanlah kelak Shaqira anak yang berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat dan negara.. Amiin (Diu Oktora / Graha Raya Bintaro - Cluster Valencia, 25 November 2014)

12 November 2014

BSD City Hadir Untuk Semua

Dari dulu tidak pernah terpikirkan untuk tinggal di seputaran Tangerang. Jujur aja, kalau denger nama tempat yang satu itu, yang terbayangkan adalah jauh, sumpek, kriminalits tinggi dan kampungan. Namun memang jalan hidup berkata lain, sejak tahun 2007 malah resmi memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Tangerang.

Ketidaktertarikan untuk tinggal di wilayah Tangerang memang bukan tanpa alasan, dulu sekitar tahun 2005an, ketika masih aktif sebagai jurnalis di salah satu televisi swasta nasional, aku kebagian liputan kriminal. nah, ketika itu sering kali harus ke Tangerang untuk liputan karena banyaknya peristiwa kriminal yang terjadi. Peristiwa kriminal yang terjadi itu serem-serem juga, pembunuhan atau perampokan.

Dulu setiap dapat plotingan liputan ke Tangerang, rasanya males banget mau jalan, karena berasa jauh banget, padahal pakai mobil operasional. Masih inget, pernah tengah malam ada peristiwa perampokan dan pembunuhan di Tangerang (wilayah tepatnya lupa), nah untuk bisa ke TKP kita harus mampir dulu ke Polsek Serpong yang ada di kawasan BSD. Perasaan itu jauh banget, dan ga sampai-sampai, padahal waktu itu sudah melalui jalur tercepat yaitu Tol Tangerang - Jakarta, ketika itu akses tol menuju BSD memang baru itu satu-satunya.

Pada tahun 2007, setelah menikah akhirnya memutuskan untuk tinggal di Tangerang, kata suami ku dulu ngerayu biar mau tinggal di Tangerang katanya "akses kesini itu akan berkembang, karena disini itu dikelilingi oleh pengembang besar". Baiklah saya ikutan. Saya dan suami tidak memutuskan untuk tinggal di kawasan BSD, tapi disalah satu kawasan sekitar BSD yang dimiliki oleh pengembang besar juga. 

Sumber Foto : http://bit.ly/1xxqxG6
Karena tempat tinggal kami yang berdekatan dengan kawasan BSD, kami seringkali mengakses fasilitas yang ada. Salah satu favorit saya adalah pusat perbelanjaan ITC BSD. Disini semua serba ada, mau cari kebutuhan rumah tangga, semua lengkap di Carefour. Mau cari furniture, mainan anak, fashion bahkan gadget disini juga lengkap. ITC BSD menjadi tempat wajib saya untuk datangi setiap bulannya.

Sumber Foto : http://www.bsdcity.com/site/
Menurut saya Sinar Mas Land dengan BSD nya merupakan salah satu pengembang yang serius menggarap kawasannya. Dengan tagline "Big City. Big Oppurtunity" BSD benar-benar mewujudkan BSD sebagai tempat yang bagus untuk tinggal (hidup), bekerja, belajar dan bermain. Tempat dimana pemukiman penduduk dan peluang bisnis bisa berkembang. 

Perkembangan pesat kawasan Tangerang, harus diakui tidak terlepas dari keberadaan kawasan BSD. Karena BSD tidak hanya tumbuh untuk penghuni di cluster-cluster perumahannya atau pemilik perkantoran digedung-gedung yang dijualnya saja, namun juga untuk kawasan disekitarnya. Misalnya saja dibidang perekonomian, BSD City sebagai kota terencana dengan total luas lahan terbesar di Indonesia, yaitu sebesar 6.000 ha ini mendedikasikan 25% atau sekitar 1.500 ha didedikasikan untuk pusat perekonomian seperti CBD, Taman Tekno dan Pertokoan. Selain itu pengembangan kota yang diresmikan pada 16 Januari 1984 ini membuka lapangan kerja besar-besaran melalui berbagai proyek-proyek pembangunannya dengan memprioritaskan warga sekitar kawasan sebagai pekerjanya.

Sumber Tulisan & Foto :

  • http://www.bsdcity.com/site/
  • http://www.bsdcity.com/site/the-city/csr?lang=id
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi_Serpong_Damai



-- Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti Lomba “Sinar Mas Land Photo & Writing Contest 2014” --

Mie Panjang

Entah ini tradisi dari mana, entah juga ini mulai kapan dilakukannya, tapi setiap ada yang ulang tahun di rumah, mama pasti masak mie goreng, dan kita menyebutnya "Mie panjang". 


Setelah berumah tangga, kebiasaan di rumah itu aku bawa juga ke rumah ku. Hari ini, alvaro Bayanaka Maru, putra pertama ku berulang tahun yang ketujuh. Akupun masak mie panjang.

Ternyata kebiasaan memasak Mie Panjang itu biasa dilakukan oleh siapa pun pada saat peringatan hari ulang tahun. Nah, mie ini nama sesungguhnya adalah "Mie Panjang Umur" kenapa namanya seperti itu? Karena memang mie ini sengaja di masak saat ulang tahun atau tahun baru China.

Mie panjang ini kabarnya melambangkan agar orang yang berulang tahun diberikan usia yang panjang, dan dilimpahkan nikmat rejeki yang banyak serta kesehatan yang baik. Konon katanya lagi, Saat memasak mie panjang, mie nya itu tidak boleh dipotong. Dan ketika akan dimakan harus menggunakan sumpit dan memasukan semua mie dari ujung tanpa terputus kedalam mulut, baru kemudian dikunyah. (Diu Oktora / Graha Raya Bintaro - Cluster Valencia, 12 November 2014).


7 Tahun

12 November 2007, tidak terasa genap 7 tahun umur Alvaro Bayanaka Maru hari ini. Kayanya waktu cepat sekali berjalan, belum lepas ingatan bagaimana 7 tahun lalu aku berjuang mempertahankan kehamilan. Ya selama 9 bulan hamil Alvaro, aku lebih banyak bed rest karena sering kali pendarahan dan bahkan saat usia kandungan 7 bulan, aku sudah mengalami kontraksi yang akhirnya lagi-lagi harus bed rest sampai waktunya melahirkan.

Dan sekarang, 7 tahun sudah perjuangan itu dilalui, Alvaro kini alhamdullilah tumbuh menjadi anak yang sehat, dan sudah duduk di bangku kelas 2 SD. Alvaro tumbuh sebagai anak yang kritis, berbagai hal selalu menjadi bahan pertanyaannya, yang terkadang susah untuk dijawab.

Kehadiran Alvaro dalam kehidupan aku bukan hanya sekedar sebagai anak, tapi juga sebagai guru dalam kehidupan. Kehadiran Alvaro sebagai anak pertama membuat aku harus belajar menjadi seorang ibu. Seseorang yang harus mengurus anaknya, membesarkan anaknya, mendidik anaknya. Ini bukan pekerjaan mudah buat aku, karena selama sebelum Alvaro hadir aku tidak pernah mengurus siapapun, bahkan tidak juga diri sendiri. Kehadiran Alvaro menjadi guru untuk aku belajar menjadi seorang ibu.

Ketika Alvaro pertama kali bisa berbicara dan berjalan, lagi-lagi itu menjadi guru buat aku. Bagaimana aku harus belajar bagaimana bicara yang baik, bagaimana bicara yang benar. Aku juga harus belajar bagaimana harus berjalan tanpa terjatuh, dan bisa terus berjalan mendampingi Alvaro.

Ketika Alvaro mulai memasuki sekolah, kembali kehadiran Alvaro menjadi guru dalam hidup ku. Bagaimana aku harus belajar untuk bisa membimbing Alvaro baik dalam pelajaran maupun perkembangan nya sebagai seorang anak.

Kini, 7 tahun umurnya, semoga Alvaro Bayanaka Maru tumbuh menjadi anak yang soleh, sehat, pintar dan menjadi kebanggaan orangtua. Dan semoga aku bisa menjadi ibu dan teman yang baik untuk Alvaro. Semoga aku bisa membimbinh Alvaro kearah kebaikan baik itu untuk dirinya dan masyarakat.

"Selamat ulang tahun abang Alvaro. Sekarang abang sudah besar, abang ga boleh manja lagi, abang harus mandiri. Abang juga harus mulai bisa menilai mana teman abang yang memang baik, dan yang tidak baik. Semoga kelak abang menjadi orang yang bermanfaat untuk diri abang, keluarga, masyarakat, dan agama. Dan, semoga mama selalu sehat dan kuat sehingga bisa mendampingi abang hingga kelak abang dewasa dan bisa berdiri dengan kaki abang sendiri..... Amiinn" (Diu Oktora / Graha Raya Bintaro - Cluster Valencia, 12 November 2014).

15 Oktober 2014

Cintailah Listrik Maka Kau Akan Hemat

"PLN nich seenak-enaknya aja, sering mati lampu, pemadaman bergilir lah. Tapi kalau kita bayar listrik telat sedikit langsung diputus" ... Keluhan seperti ini pasti sering banget terlontar dari ibu-ibu rumah tangga.

Omelan terhadap PLN juga tak kalah serunya di media sosial, Twitter misalnya. Setiap listrik mati, di tweetland pasti ramai dengan kicauan yang menyalahkan PLN dan meminta pertanggungjawaban perusaahaan listrik milik negara ini.

Persoalaan pasokan listrik memang menjadi salah satu persoalan rumit di negara Indonesia tercinta ini. Bahkan , Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) - Jarman sempat mengungkapkan pada tahun 2018 Indonesia, tepatnya pulau Jawa akan mengalami defisit listrik... Nah, kalau sudah begini PLN sebagai satu-satunya perusahaan milik negara yang menggawangi urusan kelistrikan menjadi sasaran empuk untuk di marah-marahi atau disalahkan oleh berbagai pihak, kinerja PLN dinilai gagal.

Berdasarkan data PLN, Pertumbuhan kebutuhan listrik memang tak sebanding dengan kemampuan PLN menyediakan pembangkit. Kebutuhan listrik selalu naik 5.300 MW per tahun, sedangkan PLN hanya bisa memenuhi sekitar 4.000 MW tiap tahunnya.

Sementara itu, berdasarkan dokumen yang menjadi acuan untuk penyediaan listrik di Indonesia, yaitu Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2013-2023, Indonesia pada tahun 2023 memerlukan tambahan kapasitas pembangkit sebanyak 59,5 GW untuk melayani pertumbuhan kebutuhan listrik yang mencapai 386 TWh. Dari total kapasitas itu, PLN hanya akan membangun 16,9 GW.

Pada dokumen tersebut peran PLN dalam rangka penyediaan listrik nasional juga dikurangi. Misalnya pada 2018, PLN hanya akan memenuhi kebutuhan pembangkit sebesar 1.234 MW dan terus merosot hingga tersisa hanya 55 MW pada 2019.

Merosotnya peran perusahaan yang berdiri sejak tahun 1945 ini terkait dengan kemampuan keuangan persero. Untuk memenuhi listrik di Indonesia diperlukan uang sebesar US$12,5 miliar setiap tahun, sementara kemampuan keuangan PLN hanya US$5 miliar per tahun.
Sementara itu, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN), Raden Pardede menilai persoalan ketenagalistrikan di Indonesia masih berkutat dengan penyediaan anggaran, subsidi dan infastruktur.

Hadeuhhhh... Pusingkan kalau ngobrolin persoalan krisis listrik di negara kita ini. Tapi biarlah soal anggaran, subsidi, infrastruktur jadi pembicaraan tingkat tinggi para pejabat di pemerintahan.

Tapi, bukan berarti kita sebagai warga negara terus cuma diem aja, cuma ngomel-ngomelin PLN kalau ada pemadaman listrik bergilir. Justru kita harus berbuat sesuatu, karena masyarakatlah salah satu penentu berapa besar negara ini bisa melakukan penghematan energi listrik.

Jadi apa yang bisa kita lakukan? Cintailah listrik, ksrena dengan cinta maka kita akan menggunakan listrik dengan sangat bijaksana sehingga terjadilah penghematan. Kalau kita tidak mencintai listrik, maka kita akan sesuka hati menggunakannya, kita tidak akan peduli apakah harga listrik itu mahal, sumber daya listrik itu terbatas bahkan kita tidak peduli bahwa masih banyak orang yang tidak dan belum bisa menikmati listrik.

Gerakan Cinta Listrik ini dapat dilakukan di rumah kita masing-masing. Misalnya saja tidak menggunakan lampu di siang hari, matikan tv atau alat listrik lainnya jika sudah tidak digunakan lagi. Jika ini dilakukan dengan dasar cinta, maka yakin tidak ada lagi yang namanya lupa mematikan lampu disiang hari, atau malam hari ketika semua orang sudah akan tidur. Tidak akan ada lagi tv yang menyala tanpa ada yang menonton.

Jika kita melakukan dengan cinta, maka otomatis tangan dan hati kita akan bergerak untuk mematikan apapun yang menggunakan arus listrik yang tidak terpakai dan tidak berguna. Nah, dengan ini keuntungan yang kita akan dapat sudah pasti banyak sekali, tiap bulan kita tidak lagi mengeluarkan biaya listrik yang besar, ga perlu sering ganti bolham lampu yang kerap putus akibat kepanasan karena selalu nyala. Dan pastinya banyak lagi keuntungannya.

Nah, jika kita sudah bisa mencintai listrik, tularkanlah cinta ini kepada orang lain, pertama kepada keluarga dulu. Bayangkan, jika cinta listrik ini dilakukan oleh orang se-RT, se-RW bahkan sekampung, berapa banyak penghematan listrik yang bisa dilakukan. Dan, jika saja cinta listrik ini menjadi gerakan nasional, seluruh orang di Indonesia melakukannya, jamin tidak ada lagi yang namanya krisis listrik.

Bayangkan jika seluruh nusantara kita, mulai dari perkotaan, pedesaan, kepulauan dan pelosok bisa menikmati listrik tanpa kecuali, alangkah sejahteranya negeri kita ini. Untuk itu, sudah pasti PLN sebagai perusahaan milik negara yang ngurusin listrik harus memperbaiki kinerjanya, harus terus bergerak untuk menyediakan sumber listrik, meningkatkan kualitas dan layanannya. Pemerintah terus memberikan sokongan berupa anggaran dan infrastruktur. 

Sementara kita, sebagai pengguna, harus juga menggunakan listrik dengan bijaksana. Dengan cinta listrik, harapan krisis listrik tidak akan pernah terjadi bukanlah hal yang mustahil. (Diu Oktora / Graha Raya Bintaro - Cluster Valencia, 14 Oktober 2014)

Referensi Tulisan :
  • http://m.bisnis.com/industri/read/20140608/44/234214/listrik-sering-padam-ternyata-begini-kondisi-pln-yang-tak-berdaya
  • http://m.inilah.com/read/detail/2099126/masalah-listrik-anggaran-subsidi-infrastruktur
-- Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti Lomba Blog IDEKU UNTUK PLN --

19 September 2014

Kenalkan Uang Kepada Anak Sejak Kecil

Jajan sih boleh saja 
Sisihkan buat nabung 
Belanja sih boleh saja 
Tak lupa nabung 
Asyik... asyik... deh 


Syik... asyik... asyik... nabung 
Bung... nabung nabung asyik 
Syik... asyik asyik nabung 
Bung... nabung nabung asyik 

Bing beng bang yuk kita ke bank 
Bang bing bung yuk kita nabung 
Tang ting tung hey jangan dihitung 
Tau -  tau nanti kita dapat untung 

Dari kecil kita mulai menabung 
Supaya hidup kita beruntung 
Mau keliling dunia ada uangnya
Juga untuk membuat istana

Masih ingat lirik lagu berjudul "Menabung" karya musisi legendaris Titiek Puspa diatas? lagu ini sempat kembali menjadi hits ketika dinyanyikan duet penyanyi cilik Geofani dan Saskia. Nah, untuk sekedar mengingatkan, berikut link lagu "Menabung" yang dinyanyikan oleh Geofani dan Saskia http://bit.ly/1yiqdxx

Lagu tersebut tidak hanya enak di dengar dan mudah diingat, namun terkandung makna edukasi yang sangat bagus, yaitu mengajarkan menabung sejak dini dan tidak hidup boros untuk anak-anak.


Soal mengajarkan anak menabung sejak dini, teringat pengalaman 4 tahun lalu ketika mengajarkan anak pertama ku Alvaro Bayanaka Maru mulai menabung. Saat itu usia Alvaro baru 3 tahun dan sangat senang memainkan dan mengumpulkan uang logam. Semakin lama uang logam yang dikumpulkan Alvaro semakin banyak, bahkan sampai berserakan dan akhirnya ada yang hilang. Kemudian aku bilang ke Alvaro, daripada uang logamnya semakin hari semakin banyak yang hilang, bagaimana kalau uang logam itu ditabung saja di celengan. 


Alvaro kemudian bertanya apa itu celengan? untuk apa uang logamnya ditabung, nanti ga bisa dipakai main? Aku kemudian menjelaskan celengan itu adalah tempat untuk mengumpulkan uang. Kalau uang dimasukan dalam celengan uangnya tidak akan berserakan, tidak akan hilang dan jumlahnya akan semakin terus bertambah jika kita sering memasukan uang kedalam celengan. Jika uangnya sudah terkumpul banyak, bisa digunakan untuk membeli mainan atau makanan jajan.

Alvaro pun semangat, katanya dia mau beli mobil - mobilan. Celengan pertama Alvaro adalah celengan ayam. Setiap hari Alvaro selalu minta uang logam untuk dimasukan kedalam celengan. Akhirnya celengan ayam Alvaro pun penuh, dari kebiasan menabung uang logam, Alvaro berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp 350 ribu, dan Alvaro pun bisa membeli mobil - mobilan remote yang ingin dimilikinya.

Saat ini usia Alvaro sudah hampir 7 tahun, sudah kelas 2 SD. Kebiasaan menabung koin masih terus dilakukan sampai sekarang. Celengan kaleng miliknya setiap hari tidak pernah lupa untuk diisi. Kali ini setelah celengan kaleng penuh, Alvaro tidak menggunakan untuk membeli mainan, tapi minta uangnya ditabung ke bank. Karena katanya di sekolah ada pelajaran menabung, dan Mister-nya bilang tempat menabung yang aman adalah di bank. Alvaro pun kini memiliki tabungan di Bank atas namanya sendiri. 

Kebiasaan menabung, kini sudah menjadi kebiasaan untuk Alvaro. Setiap menerima uang, dia selalu ingat untuk menabung sebagian. Misalnya saja ketika ia menerima uang saat lebaran lalu atau ketika sehabis syukuran sunatan. Alvaro langsung bilang "Mama, uang ku masukin ke rekening aku ya, aku minta sedikit aja untuk jajan. Nanti kalau uangnya udah banyak aku mau buat pasport, aku mau jalan-jalan ke Malaysia".Kebiasaan menabung koin di celengan, kini juga menular ke adik Alvaro, Shaqira Layla Maru. Usianya belum genap 2 tahun, tapi setiap melihat uang logam selalu bilang "macuk mama, macuk mama" sambil nunjuk ke celengan koin abangnya. Nah, biar ga berebutan, Shaqira pun kini punya celengan kaleng yang sama dengan abangnya. Walaupun Shaqira belum paham apa arti menabung, tapi karena kebiasaan melihat abangnya menabung uang koin, Shaqira dengan pemahamannya sebagai anak kecil tahu bahwa uang koin itu harus dimasukan ketempat yang orang dewasa bilang sebagai celengan.
Berdasarkan pengalaman ku, mengajarkan anak menabung sejak dini tidak terlalu sulit. Berikut beberapa tips berdasarkan pengalaman yang bisa kita jalankan untuk mengajarkan anak menabung sejak dini :
  1. Beri pengertian manfaat dari menabung dengan menggunakan bahasa anak-anak. Sehingga anak akan lebih mudah memahami dan mencerna mengapa dia harus menyisihkan uang miliknya untuk ditabung.
  2. Belikan celengan karakter berbentuk binatang atau tokoh kartun kesayangan anak-anak. Ini bisa membuat anak semakin tertarik dan semangat untuk mengisi celengan setiap hari.
  3. Berikan janji kepada anak, jika mereka berhasil menabung hingga celengan penuh. Maka mereka akan dibelikan celengan baru yang lebih bagus dan besar
  4. Berikan janji kepada anak, jika mereka menabung setiap hari tanpa harus disuruh dan diingatkan, mereka bisa membeli mainan atau barang yang mereka inginkan. Ingat, janji yang diberikan harus untuk memotivasi anak agar semangat menabun
  5. Jikjia anak sudah mulai rutin menabung, mulai ajarkan untuk mengenal menabung di Bank. Ajak anak mengenal berbagai macam tabungan anak yang ditawarkan oleh bank. Saat ini bank banyak menawarkan berbagai program tabungan anak dengan buku tabungan dan kartu ATM dengan gambar karakter menar
  6. Jika anak anda sudah besar dan setiap ke sekolah membawa uang jajan. Ajarkan anak untuk menyisihkan tabungan. Karena dengan menyisihkan tabungan, mereka bisa menabung dan jumlahnya akan lebih cepat banyak sehingga mereka bisa menikmati hasil uang tabungan sendiri lebih cepat.
  7. Jika anda memiliki lebih dari satu anak, ajak semua anak-anak terlibat. Biasanya sang adik akan dengan senang mencontoh kegiatan abangnya.
  8. satu hal penting yang tidak boleh dilupakan adlah, kita sebagai orangtua harus juga memberikan contoh dengan menanbung, sehingga motivasi si anak akan terpacu.

Ternyata menanamkan kebiasan menabung pada diri anak sejak usia dini sangat penting, karena anak akan terbiasa mengelola dan merencakan keuangan untuk masa depan mereka. Sementara itu, menurut Psikolog Ratih Ibrahim, sebagaimana dikutip dari http://www.kesekolah.com mengajarkan anak menabung sejak usia dini bermanfaat untuk pembentukan karakternya. Dengan menabung, berarti anda memfasilitasi perkembangan seluruh aspek kecerdasan anak.Syik


Berikut adalah manfaat mengajarkan anak untuk menabung :

  • Dengan menabung berarti kita mengajari anak untuk menghargai uang yang dimiliki atau diterimanya.
  • Dengan menabung berarti kita telah mengajarkan anak untuk hidup hemat.
  • Dengan menabung berarti kita telah mengajarkan anak bahwa barang atau pun benda lain yang dimilikinya tidak mudah untuk didapat. Karena untuk mendapatkan barang favoritnya, misalnya mainan anak harus terlebih dahulu berusaha dengan menabung uang miliknya.
  • Dengan menabung berarti kita telah mengajarkan anak bagaimana untuk menggunakan uang sebaik mungkin,sebijaksana mungkin. Anak menjadi tahu uang yang dimilikinya tidak bisa bebas digunakan.
  • Dengan menabung berarti kita telah mengajarkan anak untuk bertanggung jawab terhadap uang miliknya. Anak menjadi tahu kapan uangnya bisa dipakai atau tidak bisa dipakai. Anak bisa tahu uangnya bisa digunakan untuk apa atau tidak boleh digunakan untuk apa.
Jadi teringat ketika dulu kita kecil ada mitos yang orangtua seringkali ucapkan, jangan pernah kenalkan anak kecil dengan uang, nanti anaknya mata duitan. Nah, ternyata itu sama sekali tidak benar. Justru dari kecil kenalkan anak dengan uang, sehingga ketika anak itu dewasa akan mengerti bagaimana menggunakan dan mengelola uang dengan baik.

So... Life brighter under the sun... (Diu Oktrora/ Graha Raya Bintaro - Cluster Valencia, 20 September 2014)

Sumber tulisan :
  • www.sunlife.co.id
  • http://www.kesekolah.com/artikel-dan-berita/pendidikan/manfaat-mengajarkan-anak-menabung-sejak-dini.html
  • http://family.fimela.com/anak/cerdas-aktif/cara-mudah-ajarkan-si-kecil-menabung-sejak-dini-140512x-page4.html
  • http://finance.detik.com/read/2012/02/22/073054/1848460/479/1/5-cara-mengajarkan-anak-berhemat-dan-menabung
  • http://www.kabar24.com/life-and-style/read/20140825/26/227605/tips-parenting-bunda-begini-cara-mengajarkan-anak-menabung-sejak-dini
  • http://koran-sindo.com/node/263534

--- Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti SUN ANUGERAH CARAKA Kompetisi Menulis Blog 2014 ---

30 Agustus 2014

Selamatkan Air Untuk Wujudkan Indonesia Yang Lebih Sehat

Belum lama ini, aku mengadakan acara syukuran khitan putra pertama ku Alvaro Bayanka Maru. Supaya tidak ribet, aku menyediakan air mineral dalam kemasan gelas untuk para tamu. Benar sih, dengan menyediakan air mineral dalam kemasan gelas, memang tidak ribet dan simple. Para tamu bisa bebas mengambil minum sesukanya, dan sebagai tuan rumah aku tidak usah bingung untuk mencuci gelas. Tapi, apa yang terjadi sesungguhnya?? Dengan menyediakan air mineral dalam kemasan gelas justru terjadi pemborosan yang besar-besaran.

Kok bisa? Pemborosan Apa? Yang terjadi adalah pemborosan air secara besar-besaran, karena banyak sekali tamu yang datang tidak menghabisakan minumnya, banyak air mineral dalam kemasan gelas yang terbuang dan masih banyak airnya. Dan ini tidak hanya terjadi di acara syukuran yang aku gelar saja, tapi dikegiatan-kegiatan lain pasti juga terjadi seperti ini.

Bayangkan saja, jika satu hari ada 10 kegiatan dan menyediakan air mineral dalam kemasan gelas untuk para tetamuya, jika satu kegiatan menyediakan 500 air mineral dalam kemasan gelas dan setengahnya tidak habis diminum, jika dikumpulkan berapa banyak air yang telah dibuang cuma-cuma.

Lantas salah siapa jika terjadi pemborosan seperti ini? Salah pabrik gitu yang memproduksi air dalam kemasan gelas?? Atau salah tuan rumah, yang karena tidak mau repot cuci gelas?? Sesungguhnya ini terjadi karena diri kita sendiri, banyak diantara kita yang belum menyadari manfaat dari air. Sehingga kita tidak merasa sayang, ketika kita minum, ada air yang terbuang, kita selalu berpikir “ach cuma sedikit ini air yang kebuang” padahal dari yang sedikit itu lama-lama bisa menjadi gunung loh.

AIR DAN MANUSIA
Sesungguhnya air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara. Sudah dapat dipastikan makhluk hidup di dunia ini tidak dapat dipisahkan dengan air. Tanpa air kemungkinan tidak akan ada kehidupan di dunia ini sebab semua makhluk hidup, baik itu manusia, tumbuhan atapun hewan sangat memerlukan air untuk bertahan hidup.

Contohnya saja kita, manusia. Sekitar tiga per empat bagian dari tubuh kita terdiri dari air. Dan yang perlu dicatat adalah tidak ada seorang pun manusia yang dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. 



Volume air dalam tubuh manusia rata-rata 65% dari total berat badannya, dan volume tersebut sangat bervariasi pada masing-masing orang, bahkan juga bervariasi antara bagian-bagian tubuh seseorang. Berikut adalah gambar organ tubuh ma­nusia yang mengandung banyak air, antara lain : 

Karena vitalnya air bagi manusia, maka untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia berupaya mengadakan air yang cukup bagi dirinya sendiri. 


Bagi manusia air bukan hanya untuk sekedar untuk minum saja, tapi air juga dibutuhkan untuk berbagai macam kegiatan kehidupan lainnya, seperti terlihat pada gambar disamping kiri.

AIR DAN KESEHATAN
Air merupakan salah satu kunci terwujudnya kesehatan bangsa, sebab air sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Oleh karena itu  penyediaan air bersih, khususnya air minum yang aman dan layak menjadi hal yang paling penting untuk disediakan kepada masyarakat. 

Jika ditinjau dari sudut ilmu kesehatan masyarakat, penyediaan sumber air bersih harus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat karena persediaan air bersih yang terbatas memudahkan timbulnya penyakit di masyarakat. Volume rata- rata kebutuhan air setiap individu per hari berkisar antara 150-200 liter atau 35-40 galon. Kebutuhan air tersebut bervariasi dan bergantung pada keadaan iklim, standar kehidupan, dan kebiasaan masyarakat.

Kegunaan Air sangat penting bagi tubuh manusia, karena dengan meminum air bersih dan sehat tubuh kita akan terhindar dari dehidrasi. Air juga dapat membantu membuang racun dari tubuh tanpa meninggalkan residu yang berbahaya. 

Manfaat lain dengan banyak minum air, khusunya bagi wanita bisa membuat kulit lebih indah. Air juga dapat membantu menurunkan berat badan.

Salah satu fungsi terpenting air adalah bisa berfungsi menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit infeksi. Saat ini banyak masyarakat di Indonesia, khususnya yang tinggal dibantaran kali sangat sulit untuk bisa mendapatkan air minum yang bersih dan sehat, sehingga mereka beresiko terinfeksi berbagai penyakit akibat air minum yang tercemar. 

Akibat masih banyaknya masyarakat yang bisa mengakses air minum yang sehat, menyebabkan Separuh dari penyakit yang diderita masyarakat Indonesia disebabkan air minum yang tercemar. Berbagai penyakit akibat air minum tercemar seperti diare, tifus, parathypus, kolera, disenteri, hepatitis A, dan lain-lain. Khusus untuk diare, angka kejadiannya setiap tahun terus mengalami peningkatan, bahkan diare tercatat sebagai salah satu penyebab angka kematian  kedua terbesar bagi anak-anak di bawah umur lima tahun di Indonesia.  

Di DKI Jakarta, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) terungkap bahwa pada tahun 2010 tercatat 12 kematian akibat penyakit yang berhubungan dengan konsumsi air. Dinkes DKI mencatat, tahun 2010 terdapat 8.455 kasus diare dengan dehidrasi, 11.015 kasus diare tanpa dehidrasi, 10.458 kasus tifus, dan 774 kasus hepatitis A. pada tahun 2011, terdapat 6.652 kasus diare dengan dehidrasi, 10.286 kasus diare tanpa dehidrasi, 8.217 kasus tifus, dan 983 kasus hepatitis A.

SULITNYA MENYEDIAKAN AIR BERSIH DI INDONESIA
Ternyata menyediakan air bersih yang kemudian aman dan sehat untuk diminum bukanlah persoalan sepele, ini terjadi di Indonesia. Kok bisa ya Indonesia kesulitan untuk menyediakan air bersih yang layak untuk diminum?? Padahal curah hujan di Indonesia sangat tinggi, mencapai 2.779 milimeter/tahun, seharusnya dengan curah hujan sebesar itu Indonesia merupakan negara yang kaya air. Bukankah wilayah Indonesia dua pertiganya adalah lautan? Bukankah di seluruh wilayah Indonesia ini berdiri kokoh ratusan gunung-gunung yang menjadi sumber air bagi ribuan sungai yang membelah daratan, mengaliri tanah menjadi subur, dan menjadi bahan baku air minum bagi rakyat? Bahkan di negeri ini terdapat ribuan sumber air, dan ratusan waduk atau danau.

Menurut Direktur Pengembangan Air Minum (PAM) Kementerian Pekerjaan Umum (PU)  Sutjiono, persoalannya ternyata bukan dari ketersediaan air baku atau teknologi pengolahannya, tetapi terletak pada besarnya biaya yang dibutuhkan dan rumitnya perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan sistem penyediaan air minum (SPAM). Persoalan juga muncul ketika tidak semua daerah kabupaten/kota memiliki sumber air baku yang layak untuk diolah menjadi air minum yang sehat, aman dan berkelanjutan.

Hambatan dan kendala lain dalam pembangunan sistem penyediaan air bersih adalah daqri sisi kelembagaan. Saat ini, sebanyak 287 kabupaten/kota di Indonesia belum memiliki Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), kemudian ada 55 kabupaten/kota yang belum memiliki lembaga pengelola SPAM, baik berupa perusahaan daerah, badan layanan umum atau unit pelaksana teknis.

selain itu menurut data Kementerian PU tercatat sebanyak 497 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, baru 375 kabupaten/kota yang memiliki perusahaan daerah air minum (PDAM), sedangkan 122 kabupaten/kota belum memiliki PDAM, meskipun memiliki badan pengelola dalam bentuk lain. kondisi ini menjelaskan bahwa dari sisi kelembagaan memang sangat mengkhawatirkan bisa menyediakan air bersih, karena hingga saat ini kebanyakan lembaga pengelola layanan air minum di daerah-daerah, yang merupakan operator utama penyedia layanan air minum, tidak efisien dan memiliki utang yang cukup besar.

KOMITMEN PEMERINTAH PUSAT
Untuk menyediakan air bersih, Pemerintah Pusat memiliki komitmen yang sangat besar. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa salah satu tugas berat pemerintah adalah mengenai penyediaan air bersih. untuk itu, Presiden melalui Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU untuk mengatasi krisis air di daerah tandus dan sulit air, sehingga pada tahun 2025, tidak ada lagi krisis air bersih, dan semua rakyat Indonesia dapat mengakses air bersih dan air minum yang sehat dan aman untuk dikonsumsi. Jika ini terpenuhi maka target pembangunan nasional di bidang air bersih dan air minum berhasil diwujudkan.

Keseriusan Pemerintah Indonesia juga pernah disampaikan oleh presiden SBY saat berpidato di Forum Panel Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, akhir Mei 2013. saat itu presiden menyatakan komitmen Pemerintah Indonesia untuk menuntaskan tiga target utama Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) 2015, yaitu menurunkan tingkat kematian ibu hamil, angka kematian balita, dan meningkatkan akses rakyat terhadap air bersih dan air minum.

Komitmen itu sangat jelas, bahwa dalam jangka pendek, yaitu 1,5 tahun ke depan, harus mampu memenuhi pencapaian tingkat pelayanan bidang air minum sebesar 68,87 persen sesuai target MDGs tahun 2015, sedangkan program jangka menengah, pada tahun 2025 tidak ada lagi rakyat Indonesia yang tidak bisa mengakses air bersih dan air minum yang sehat dan aman.

KOMITMEN KITA 
Ternyata, air sangat berfungsi dan berperan bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Penting bagi kita sebagai manusia untuk tetap selalu melestarikan dan menjaga agar air yang kita gunakan tetap terjaga kelestariannya. Apa sesungguhnya yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan air, selain harus menghabiskan air yang kita minum baik itu air dalam kemasan atau tidak? Sesungguhnya sangat banyak sekali dan bisa kita mulai lakukan dari lingkungan rumah kita sendiri, misalnya saat kita sedang mandi, jangan biarkan air luber dari bak mandi, jika bak mandi telah penuh segera matikan keran. Atau ketika segang gosok gigi atau cuci tangan, ketika kita sedang menyikat atau mencuci tangan, sebaiknya keran dimatikan, jangan biarkan air mengalir tanpa digunakan. Jika di rumah ada sumber air atau pipa yang bocor segera perbaiki, sehingga tidak ada air yang terbuang dengan percuma.

Sekarang sudah saatnya kita turun tangan untuk tidak melakukan pemborosan penggunaan air, karena dengan menyelamatkan air, dengan melakukan penghematan air, akan banyak air bersih yang tersedia, sehingga akan lebih banyak lagi orang yang bisa menikmati air bersih dan sehat untuk di minum, dan akhirnya sekuruh masyarakat akan menjadi sehat, Indonesia akan menjadi lebih sehat.


Referensi Foto :