07 Februari 2016

Nguliner & Kerja

Malang.. Sesungguhnya ini bukan kota yang asing buat ku, sebab ketika masih kecil, kota apel ini menjadi tempat liburan buat keluarga kami. Almarhum ayah ku dibesarkan di kota yang dingin ini, keluarga besar almarhum ayah ku pun masih banyak yang tinggal di Malang dan sekitarnya. Seingat aku, terakhir aku menginjakkan kaki di Malang adalah saat masih duduk dibangku SMP, itu hampir sekitar 15 atau 16 tahun yang lalu. Setelah belasan tahun tidak menginjakkan kaki ke tanah leluhurku ini, Oktober 2015 aku pun kembali mengunjungi kota malang sebanyak dua kali. Kunjungan kali itu dalam rangka tugas kantor, jadi waktunya sangat singkat dan tidak menginap, sehingga tidak bisa menikmati suasana dan kuliner di Malang.

Bulan lalu, tepatnya tanggal 25 - 26 Januari 2016, karena pekerjaan aku kembali menginjakkan kai di Malang, dan Alhamdullilah kali ini bisa menginap walaupun hanya semalam, dan itu artinya.. Mari menikmati kuliner Malang yang konon terkenal itu... Semua demi kekinian :-)

25 Januari, aku tiba di Malang sudah menjelang sore. Perjalanan ke Malang aku tempuh melalui Surabaya, sebab atasan ku lebih suka memilih penerbangan dari Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang ke Bandar Udara Juanda, Surabaya. Dan ke Malang dilanjutkan dengan menggunakan mobil. Setelah sekitar 2,5 jam perjalanan di tempuh, menjelang senja aku tiba di Malang, karena sudah cukup lelah aku dan tim dari kantor memilih untuk check in dulu ke hotel untuk mandi dan beristirahat. Setelah satu jam istirahat, dan memang sudah waktunya makan malam, aku dan kawan dari kantor pun memilih untuk menikmati kuliner di Malang.

Tempat kuliner pertama yang kami datangi adalah bakso yang sangat terkenal di Malang.. Yupss, Bakso President. Kuliner yang satu ini memang ngetop banget, selain rasanya yang konon katanya dijamin enak, lokasinya pun unik, dipinggir rel kereta api yang masih aktif jalurnya. Jadi saat kereta lewat, kita akan berasa bergetar. Sensasi nya seru juga.

Ketertarikan lain dari kuliner ini tentu saja soal namanya, Bakso President. Awalnya aku pikir bakso ini diberi nama President karena pernah dikunjungi Presiden Jokowi, sebab saat awal pemerintahannya Jokowi pernah berkunjung kesini. Ehh, tapi ternyata salah besar. Jauh sebelum Jokowi jadi presiden, bakso ini namanya sudah Bakso President dan tidak ada satupun presiden di Indonesia yang pernah mampir ke pinggir rel kereta api ini untuk makan Bakso.

Menurut salah seorang pegawainya, Usia Bakso president ini sudah hampir 39 tahun. Bakso President ini adalah milik dari Abah Sugito, yang sudah berjualan sejak tahun 1977. Awalnya Abah Sugito berdagang bakso keliling selama kurang lebih 5 tahun dari kampung ke kampung. Tahun 1982 dengan modal seadanya, Abah Sugito membangun sebuah warung bakso sederhana dibelakang Bioskop President Malang. Tapi pada tahun 1990 bioskop president tutup dan berubah menjadi pusat perbelanjaan, namun bakso Abah Sugito tetap dikenal sebagai Bakso President sampai sekarang.

Nah, soal rasa dan pilihan, Bakso President memang top. Baksonya banyak pilihan, mulai dari bakso biasa, bakso udang, bakso urat, bakso telor, bakso bakar dan bakso goreng, itu semua dijamin enak rasanya. Selain itu "temenya" makan bakso juga banyak variasi mulai dari pangsit kering/basah, siomay, ati ampla dan kerupuk. Untuk harganya juga masih bersahabat dengan kocek, harga bakso President mulai dari Rp 15.000 ke Rp 30.000.

Tempat kuliner kedua yang aku datangi di Malang sudah pastinya Toko Oen di Jalan Basuki Rahmat. Toko yang sudah berumur 86 tahun ini, sangat terkenal dengan santapan Ice Cream nya. Konon, saat noni-noni Belanda suka kongkow disini, ice cream ciptaan oma Oen ini merupakan makanan favorit mereka.

Menurut sejarahnya, Oma Oen, perempuan keturunan Tionghoa pertama kali membuka toko ice cream nya ini di Yogyakarta pada tahun 1910. Kemudian pada tahun 1922, Toko Oen membuka cabang di Semarang, Jakarta dan Malang. Namun, saat ini kita hanya bisa menemukan Toko Oen di Semarang dan Malang saja, kara toko Ice Cream ini di Jakarta dan Yogyakarta sudah lama tutup. Menurut salah seorang pekerja, Toko Oen di Malang ini bukan lagi milik keluarga Oma Oen, tapi sudah di beli oleh orang dengan tetap mempertahankan nama Toko Oen. Sementara untuk Toko Oen asli yang masih dikelola oleh keturunan Oma Oen adalah yang di Semarang.

Saat memasuki tempat makan yang bertempat disebuah gedung tua peninggalan Belanda ini, kita akan langsung disambut sebuah tulisan “Welkomm in Malang. Toko “Oen” Die Sinds 1930 Aan De Gasten Gezelligheid Geeft”. Awalnya saat membaca tulisan itu, aku pikir tulisan "Welkomm" nya salah, harusnya "Welcome".. Hihihi ternyata tulisan itu dalam Bahasa Belanda, bukan dalam Bahasa Inggris. Kebetulan bos ku adalah orang Belanda, dia menjelaskan bahwa tulisan selamat datang itu artinya adalah “Selamat Datang Di Malang. Toko Oen adalah tempat untuk berkumpul & bersosialisasi sejak 1930”. Ternyata memang sejak didirikan, Oma Oen sudah "men-setting" tempat ini sebagai tempat "begaul".


Makan di Toko Oen ini, kita juga masih bisa merasakan suasana "keduluan", karena interior di toko ini memang dibuat bergaya klasik. Tempat duduknya misalnya, sengaja menggunakan kursi rotan dengan variasi meja dan taplak yang sengaja dipilih berwarna klasik. "Keduluan" memang sengaja dihadirkan, di toko ono kita bisa melihat sebuah piano tua di sudut ruangan, kemudian ada lukisan Kota Malang pada masa lampau, foto Toko Oen di masa lampau dan ada Foto Presiden Pertama Indonesia, IR. Soekarno.

Hmmm.. Tugas luar kota kali ini ke Malang, berasa sedikit berbeda, karena selain nginap bisa juga menikmati kuliner Malang yang tersohor itu, walaupun tidak semua. Soalnya beberapa tugas ke Malang, hanya bisa singgah 5 atau 6 jam saja. Nguliner sambil kerja ternyata seru juga, apalagi di Kota yang punya kenangan masa kecil seperti Malang.

2 komentar:

nurul rahma mengatakan...

malang selalu seruuu ya mbak

aku yg arek sby aja bolak/i ke mlg, batu, gak pernah bosen

bukanbocahbiasa(dot)com

Unknown mengatakan...

@Nurul, iya seru apalagi Malang kota yang punya personal history buat aku, jadi semakin seru.

Rencana liburan sekolah anak tahun ini pengen menjelajah ke Malang Selatan nih